Pria Ini Sudah 44 Tahun Bagikan Makanan Gratis di Melbourne

Dunia4d

Pria Ini Sudah 44 Tahun Bagikan Makanan Gratis di Melbourne

Pria Ini Sudah 44 Tahun Bagikan Makanan Gratis di Melbourne

Pria Ini Sudah 44 Tahun Bagikan Makanan Gratis di Melbourne

Dunia4d Togel SingaporeInilah kisah Frank Mullins, seorang pekerja sosial di Kota Melbourne, Australia, yang kini sudah berusia 81 tahun. Selama lebih empat dekade, setiap hari Kamis, dia sisihkan waktunya membagi makanan gratis bagi siapa saja yang membutuhkan.

“Sekarang jam 7 malam! Kita seharusnya sudah jalan,” katanya ketika ditemui ABC News.

Franks sangat disiplin soal waktu. Baginya, para warga yang membutuhkan makanan tidak seharusnya menunggu lama dalam udara yang dingin.

Selama 44 tahun dia bekerja sebagai relawan untuk badan amal Saint Vincent de Paul Society (Vinnies), menyiapkan dan membagikan makanan dan sup kepada warga yang sedang mengalami kesulitan.

Di antara warga yang datang ke lokasi mobil keliling badan amal ini, termasuk mereka yang berjas rapi, ibu dan anak-anaknya, pasangan muda yang hidup menggelandang, dan bahkan sahabatnya sendiri.

Setiap hari Kamis, tanpa pernah absen, Frank berangkat dari rumahnya di daerah Anglesea ke lokasi mobil makanan Vinnies di Melbourne Utara yang jaraknya lebih dari 100 km dari rumahnya.

Perjalanan ini menempuh waktu dua setengah jam, yang dia gunakan untuk tidur atau membaca buku.

Aktivitas mobil Vinnies sendiri dimulai oleh dua orang mahasiswa di Melbourne, Anne O’Brien dan Chris Knight, pada 26 Juni 1975 – 44 tahun silam.

Tadinya mereka hanya menyajikan sup dan sandwich buatan sendiri untuk kaum pria penderita alkoholisme di salah satu kawasan kota itu.

Frank bergabung dengan kegiatan itu dan menjadi voluntir atau “Vannie” dua bulan kemudian.

Kini para voluntir telah melayani warga di delapan lokasi negara bagian Victoria, termasuk mendatangi perumahan sosial untuk warga miskin.

Tapi bagi Frank, setelah lebih dari empat dekade mengabdi sebagai Vannie, kini dia memutuskan untuk berhenti.

“Saya sudah terlalu tua. Sudah terlalu sulit bagiku. Saya ingin berhenti di saat masih mampu memberikan sesuatu,” ujarnya kepada jurnalis ABC Rachel Clayton yang voluntir pada badan amal ini.

Frank tidak ingin usianya menjadikan dia sebagai beban bagi lembaga tersebut.

“Saya ikhlas menerima keadaan ini,” ujarnya.

Salah seorang warga bernama Patrick yang rutin menerima bantuan selama tiga tahun terakhir, telah menjadi sahabat Frank.

“Tak ada kejelekan yang bisa dikatakan mengenai Frank. Dia pria yang ramah, tidak menyakiti siapa pun,” katanya.

Kesepian jadi masalah terbesar

Tidak semua warga yang datang semata-mata untuk mendapatkan makanan gratis.

Ada pula yang datang hanya karena ingin mendapatkan teman ngobrol.

“Ada pecandu narkoba dan mereka yang ketergantungan alkohol. Tapi masalah terbesar justru orang-orang yang kesepian,” kata Frank.

Dari pengalamannya yang panjang, dia seringkali mendapati warga yang begitu senang hanya karena ditemani ngobrol selama beberapa saat.

Frank mengatakan masalah kesepian dihadapi kian banyak orang saat ini.

Dia mendapati hal ini bahkan di lingkungan tempat tinggalnya sendiri.

“Saat baru pindah, tetangga saya begitu senang karena kini ada teman ngobrolnya,” ujarnya.

Mesk Frank sendiri punya banyak teman, namun bukan berarti dia tidak pernah mengalami masa-masa sulit.

“Dulu kami pernah mendatangi sebuah rumah yang dihuni empat hingga enam anak. Mereka begitu kasar dan saya hanya bisa berpikir bagaimana orangtua mereka mengatasinya?” katanya.

Dia tak paham mengapa anak-anak muda ini berakhir di rumah sosial yang disiapkan pemerintah.

Malam itu, Frank pulang ke rumahnya sendiri mendapati tiga putranya dan merasa sangat bersyukur karena mereka tidak hidup di jalanan.

Sejak tahun lalu, Frank tidak bisa lagi membagi-bagikan makanan karena lengannya cedera.

Sejak itu, lebih banyak menjalani kerja sosialnya dengan cara memastikan warga penerima mendapatkan makanan dan minuman yang cukup.